Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Operasi pencarian korban kecelakaan air di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi dihentikan setelah korban bernama Arani (58) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (16/1/2026).
Korban ditemukan oleh warga dan pihak keluarga di wilayah Teluk Hulu Muai, dengan jarak sekitar 27 kilometer dari lokasi awal kejadian. Informasi penemuan tersebut diterima tim SAR gabungan pada pagi hari saat seluruh unsur bersiap melanjutkan pencarian hari keempat.
Mendapat laporan tersebut, tim SAR segera bergerak menuju lokasi. Namun sebelum tim tiba, jenazah korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh keluarga ke rumah duka di Desa Long Beleh Modang. Di perjalanan sungai, tim SAR sempat berpapasan dengan rombongan keluarga korban yang membawa jenazah menggunakan perahu.
Selanjutnya, Rubberboat Basarnas melanjutkan perjalanan menuju desa untuk memastikan kondisi di lapangan, sementara Rubberboat Damkarmatan Kabupaten Kutai Kartanegara Pos Kota Bangun kembali ke Posko Pulau Pinang. Unsur Polsek, Damkarmatan, serta relawan Pramuka Peduli memilih jalur darat untuk menuju rumah duka.
Sekitar pukul 11.30 Wita, seluruh unsur SAR gabungan berkumpul di Dermaga Pulau Pinang untuk melaksanakan evaluasi akhir. Dalam briefing tersebut, diputuskan bahwa operasi pencarian resmi ditutup seiring ditemukannya korban.
Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa korban dan keluarga.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Seluruh unsur SAR gabungan telah berupaya maksimal sejak hari pertama dengan mengedepankan keselamatan dan koordinasi,” ujar Abdi Ratama.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat setempat yang aktif membantu proses pencarian sejak awal kejadian.
“Terima kasih kepada Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, dan warga yang ikut bahu-membahu di lapangan. Kolaborasi ini menjadi bukti kuatnya semangat kemanusiaan,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Arani dilaporkan hilang sejak Selasa (13/1/2026) dini hari. Saat itu, korban tengah menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan perahu ces untuk mengantar ikan ke tempat kerjanya. Di tengah perjalanan, perahu yang dikemudikannya diduga bertabrakan dengan kapal LCT hingga korban terjatuh dan hilang di sungai.
Menutup pernyataannya, Abdi Ratama mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas transportasi air, terutama di jalur Sungai Mahakam yang padat lalu lintas kapal.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus sungai, maupun keberadaan kapal besar yang melintas,” tegasnya.
Dalam operasi SAR ini, personel Damkarmatan Kukar yang terlibat langsung di lapangan antara lain Abdi Ratama, Abdullah, Zainal Muttaqin, dan M. Andi Saparudin. Operasi turut melibatkan unsur Camat Kembang Janggut, Polsek dan Danramil Kembang Janggut, Basarnas Balikpapan, BPBD Kukar, Polairud Kukar, Tim Rescue BSS Bayan, Pramuka Peduli, relawan, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, rangkaian operasi pencarian di Sungai Mahakam tersebut resmi dinyatakan selesai.
(Ji)

