
Onlineku.Info, Kukar — Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Bidang Penataan dan Kapasitas Lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Sayid Muhammad Ali, menegaskan pentingnya program nasional Sekolah Adiwiyata sebagai salah satu langkah strategis menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Program ini sejajar dengan inisiatif Kampung Iklim dan Kalpataru, dan menjadi fokus utama pembinaan di sekolah-sekolah di Kukar.
“Terkait Adiwiyata, kami telah melakukan pembinaan di sekolah-sekolah,” ujar Ali. Ia menjelaskan, pembinaan menitikberatkan pada penguatan kapasitas sekolah dalam pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan, termasuk kebersihan, penghijauan, dan penerapan prinsip ramah lingkungan. Untuk tahun 2025, Kukar telah mengusulkan dua sekolah ke tingkat nasional: SMPN 3 Muara Badak dan SMPN 1 Muara Jawa. Sementara untuk kategori Adiwiyata Mandiri diusulkan SMPN 2 Tenggarong dan SD Islam Terpadu Al Ihsan Muara Kaman.
Ali menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penghargaan formal, tetapi juga dari konsistensi sekolah dalam menerapkan prinsip Adiwiyata sebagai bagian dari budaya sekolah yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Tahun sebelumnya, tiga sekolah negeri di Kukar meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri, termasuk SDN 008 Muara Jawa (Adiwiyata Nasional), SMAN 1 Muara Jawa, dan SMPN 2 Loa Janan (Adiwiyata Mandiri).
Keberhasilan tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperluas implementasi program Adiwiyata, sehingga semakin banyak sekolah di Kukar dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan membentuk generasi peduli lingkungan sejak usia sekolah. (Adv/DLHK)
