
Onlineku.Info, Kukar — Tim Penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, tengah melakukan kajian mendalam terhadap rencana kegiatan PT Cemerlang Sawit Nusantara (CSN).
Kajian ini bertujuan untuk menilai secara menyeluruh potensi dampak yang mungkin timbul, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi, mulai dari tahap awal hingga pascaoperasi.
Ketua Tim Penyusun AMDAL, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa analisis dilakukan dengan pendekatan komprehensif untuk memastikan seluruh potensi dampak dapat diidentifikasi sejak dini.
“Analisis meliputi dimensi biogeofisik, kimia, sosial, ekonomi budaya, tata ruang, hingga kesehatan masyarakat pada tahap prakonstruksi, konstruksi, operasi, dan pascaoperasi,” jelas Yahya dalam rapat komisi pembahasan AMDAL PT CSN, belum lama ini.
Dari hasil evaluasi, tim menemukan adanya dampak penting negatif terhadap sejumlah aspek biogeofisik, kimia, sosial, dan ekonomi budaya. Namun, di sisi lain, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi aspek yang sama.
“Evaluasi tidak bisa dilihat secara parsial, melainkan secara holistik karena setiap aspek saling mempengaruhi,” tambahnya.
Selain menganalisis dampak, tim AMDAL juga menilai kemampuan pemrakarsa dalam menanggulangi potensi dampak negatif. Penilaian difokuskan pada kesiapan teknologi, pendekatan sosial, serta kelembagaan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan.
Dari tinjauan lapangan, pemrakarsa dinilai memiliki kapasitas memadai untuk mengendalikan dampak sesuai dengan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).
Komitmen tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan kesanggupan melaksanakan RKL dan RPL yang dibubuhi materai sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
(adv/dlhk)

