Distanak Kukar Libatkan Petani dan Gapoktan dalam Penyusunan Renstra Ekonomi Hijau 2026–2031

Onlineku.Info, Tenggarong — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memantapkan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2031 sebagai tindak lanjut amanat peraturan perundang-undangan setelah ditetapkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa penyusunan Renstra merupakan kewajiban setiap perangkat daerah untuk memiliki dokumen perencanaan lima tahunan yang menggambarkan arah, kebutuhan, serta strategi pembangunan sektor pertanian dan peternakan di daerah.

 

“Tim penyusun Renstra di Dinas Pertanian dan Peternakan sudah kami bentuk sejak 2024. Tahun lalu kami menyiapkan rancangan awal, dan tahun ini sudah masuk tahap rancangan akhir,” ujar Muhammad Taufik.

 

Ia menambahkan, berbeda dari penyusunan sebelumnya yang kerap melibatkan pihak ketiga, kali ini seluruh proses dilakukan secara internal agar dokumen Renstra benar-benar menjadi pedoman bagi seluruh unsur di lingkungan dinas.

 

“Kalau dulu hanya sebatas dokumen formal, sekarang kami ingin Renstra ini hidup dan dijalankan bersama,” tegasnya.

 

Dalam prosesnya, Dinas Pertanian dan Peternakan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bappeda Kukar, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, hingga kelompok tani dan Gapoktan untuk memberikan masukan, baik secara formal maupun informal.

 

Renstra ini disusun untuk mendukung misi Bupati Kutai Kartanegara dalam mewujudkan pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan, khususnya di bidang pertanian, pariwisata, dan ekonomi non-ekstraktif.

 

“Transformasi menuju ekonomi hijau tentu menuntut peningkatan kontribusi sektor pertanian dalam arti luas tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Saat ini kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kukar masih sekitar 14 persen, dan ke depan kita harapkan bisa naik ke 20 persen,” jelas Taufik.

 

Beberapa program unggulan yang menjadi fokus Renstra antara lain Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh, Kawasan Ekonomi Sejahtera, serta Kredit Usaha Idaman. Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing sektor pertanian Kukar secara berkelanjutan.

 

Dengan demikian, penyusunan Renstra Distanak Kukar 2026–2031 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat arah pembangunan menuju ekonomi hijau yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan di Kutai Kartanegara.

 

(Aji R)

BACA JUGA