Warisan Budaya Tak Benda Kukar Jadi Kebanggaan, Disdikbud Terus Dorong Pembinaan Seniman Lokal

Onlineku.Info, Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Salah satunya dengan mendorong keberlanjutan dua Warisan Budaya Takbenda (WBTB), yaitu Tari Topeng Penembe dan Tradisi Tarsul.

 

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Saidar, Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, saat ditemui di Disdikbud Kukar setelah rapat persiapan Pekan Kebudayaan Daerah.

“Dengan ditetapkannya Tari Topeng Penembe sebagai WBTB oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kami berharap kesenian ini dapat terus hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” ungkap Saidar.

 

Ia menjelaskan, setelah penetapan tersebut, pemerintah daerah berkewajiban melakukan pembinaan terhadap komunitas pelaku seni Topeng Penembe agar tetap aktif dan berkelanjutan.

“Penetapan ini menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana agar Topeng Penembe tidak hanya menjadi simbol, tetapi tetap dipentaskan dan diajarkan,” ujarnya.

 

Selain Topeng Penembe, Kukar juga terus mengembangkan Tradisi Tarsul, seni tutur khas daerah yang sarat pesan moral dan nilai adat.

“Tarsul ini berbeda dengan pantun. Ia disampaikan dengan nada dan irama khas, berisi pesan-pesan nasihat bagi masyarakat terkait adat, budaya, dan kehidupan sehari-hari,” jelas Saidar.

 

Menurutnya, kini Tradisi Tarsul mulai diminati kalangan muda.

“Alhamdulillah, Tarsul tidak hanya dilestarikan oleh komunitas budaya, tapi juga sudah diperkenalkan di sekolah-sekolah. Banyak siswa SD dan SMP yang tampil membawakan Tarsul dalam acara budaya,” katanya.

 

Sebagai bentuk penghargaan terhadap pelestari tradisi tersebut, Saiful, salah satu tokoh budaya Kutai Kartanegara, telah diusulkan sebagai Maestro Tarsul tingkat nasional.

 

“Usulan ini merupakan apresiasi atas dedikasi beliau dalam menjaga dan mengajarkan Tarsul kepada generasi muda,” terang Saidar.

 

Ia menegaskan, pelestarian dua warisan budaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab moral Disdikbud Kukar untuk menjaga identitas daerah.

 

“Harapan kami, Tari Topeng Penembe dan Tarsul terus dilestarikan. Ini adalah jati diri dan kebanggaan masyarakat Kutai,” tutup Saidar.

 

(Aji R)

BACA JUGA