Pemkab Kukar dan Kejari Gelar Gerakan Pangan Murah, Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga

Onlineku.Info, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar menggelar Gerakan Pangan Murah selama dua hari, pada 28–29 Agustus 2025, di Creative Park Tenggarong. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 yang jatuh pada 2 September 2025.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Kejari Kukar, Tengku Firdaus , yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara aparat penegak hukum dengan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Ini adalah kontribusi nyata kami bersama pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membantu masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Gerakan pangan murah hadir untuk menekan inflasi dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ungkapnya.

Firdaus menyebutkan, sebanyak 30 tenant ikut ambil bagian dalam bazar murah tersebut, mulai dari Bulog, PT Pertamina, perusda, BUMN, perbankan, hingga pelaku UMKM. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan donor darah bekerja sama dengan PMI.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam sambutannya menegaskan bahwa pangan murah bukan berarti murahan, melainkan upaya pemerintah agar masyarakat bisa memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

“Gerakan pangan murah ini merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka mengendalikan inflasi. Kami menjamin barang yang dijual sama kualitasnya dengan yang ada di pasar, hanya saja harganya lebih murah karena mendapat subsidi ongkos angkut dan dukungan Bulog,” jelas Aulia.

Ia menambahkan, sejumlah bahan pokok dijual dalam kegiatan tersebut, antara lain beras, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, serta tabung gas LPG 3 kg. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menekankan bahwa momentum kegiatan ini sangat tepat karena bertepatan dengan masa menjelang panen gadu, ketika stok beras di masyarakat menipis dan harga cenderung naik.

“Melalui gerakan pangan murah, kami berharap dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, meningkatkan daya beli, sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali. Tahun lalu Kukar ditetapkan sebagai kabupaten dengan pengendalian inflasi terbaik di Kalimantan, semoga tahun ini bisa dipertahankan,” kata Sunggono.

Kepala Kejari Kukar, Tengku Firdaus, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini serentak dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia.

“Dipilihnya tanggal 28–29 Agustus ini bukan tanpa alasan. Kondisi sekarang menjelang panen gadu, di mana stok beras menipis dan harga cenderung naik. Kehadiran pangan murah ini diharapkan mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat dengan harga lebih terjangkau,” tuturnya.

Firdaus juga menegaskan, berbagai intervensi dilakukan, mulai dari subsidi ongkos angkut hingga penyediaan beras lokal binaan Dinas Ketahanan Pangan yang sudah diuji laboratorium dengan kadar pestisida di bawah ambang batas.

“Semoga dengan kerja sama ini, masyarakat terbantu dan Kukar bisa kembali ditetapkan sebagai kabupaten dengan pengendalian inflasi terbaik di Kalimantan,” pungkasnya.

Selain perangkat daerah, kegiatan ini juga melibatkan Bulog, Bankaltimtara, PT RNI, Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Dharma Wanita Kejari, sejumlah UKM lokal, serta perusahaan daerah seperti PT Melati, PT MGRM, dan PT KTBMB Perseroda.

Pemerintah Kabupaten Kukar berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke kecamatan-kecamatan lain dengan melibatkan perusahaan swasta melalui program CSR, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. (Adv/Diskominfo)

BACA JUGA