Onlineku.Info, Tenggarong – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Danau Aji, Gang Wakaf, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (5/10/2026) sore. Kobaran api dengan cepat merambat di tengah padatnya permukiman, sementara petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala keterbatasan pasokan air.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 16.30 Wita. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Saya tadi di Mako, kami menerima informasi sekitar setengah lima. Setelah persiapan, kami langsung merapat ke lokasi. Saya juga termasuk tim yang pertama datang,” kata Fida.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati titik api berada di bagian tengah permukiman. Pemadaman langsung dilakukan dengan pola penyerangan untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain kondisi permukiman yang padat, petugas juga harus menghadapi cuaca panas, angin kencang, serta sulitnya mendapatkan sumber air.
“Kita akui, kalau dibilang kalah ya kalah. Kita kehabisan air. Kondisinya panas dan kawasan ini juga sangat padat,” ujarnya.
Fida menyebut kawasan Danau Aji sebenarnya telah lama dipetakan sebagai salah satu wilayah rawan kebakaran. Bahkan, sejak dirinya masih bertugas di BPBD, berbagai simulasi telah dilakukan untuk mencari strategi penanganan apabila terjadi kebakaran di kawasan tersebut.
“Teman-teman wartawan mungkin pernah ingat, kalau kita diskusi daerah mana yang rawan, saya selalu bilang di sinilah yang rawan,” ungkapnya.
Menurut Fida, pihaknya juga telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, termasuk penataan melalui pemetaan drone, simulasi pemasangan selang, hingga pembangunan hidran kering untuk mempermudah pengisian air ketika terjadi kebakaran.
Dua tandon berkapasitas masing-masing 5.000 liter juga telah ditempatkan di kawasan tersebut. Namun, saat kebakaran terjadi, ketersediaan air tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan pemadaman.
“Dua tandon dengan kapasitas 5.000 liter sudah kami tempatkan. Tapi hari ini tetap sangat minim. Kami tidak bisa berbuat banyak,” katanya.
Fida mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Untuk memperkuat penanganan, pihaknya meminta bantuan dari sejumlah wilayah, termasuk Loa Kulu dan Samarinda.
Sedikitnya sembilan hingga 10 unit kendaraan pemadam dikerahkan ke lokasi. Selain itu, sekitar 90 petugas pemadam dan lebih dari 100 relawan turut terlibat dalam upaya pemadaman dan penyelamatan.
“Petugas pemadam kurang lebih 90 orang. Kalau relawan mungkin lebih dari 100 orang. Banyak teman-teman relawan yang ikut membantu,” jelasnya.
Bantuan juga datang dari unsur kepolisian melalui kendaraan Water Cannon. Sementara itu, PDAM turut membantu dalam penyediaan air untuk mendukung proses pemadaman.
Menurut informasi sementara yang diterima Fida dari pihak kelurahan, sekitar 75 bangunan terdampak kebakaran. Jumlah tersebut masih berupa data awal karena di kawasan itu terdapat rumah kontrakan dan bangunan yang terdiri dari beberapa pintu.
“Informasinya dari Pak Lurah hampir 75 bangunan. Di sini banyak rumah kontrakan, rumah sewa, dan ada juga yang terdiri dari beberapa pintu,” tuturnya.
Selain kerugian material, sejumlah warga juga harus mendapatkan penanganan medis. Fida menyebut terdapat warga yang mengalami sesak napas dan syok setelah melihat kondisi kebakaran.
Sementara terkait penyebab kebakaran, Fida mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi pasti. Berdasarkan informasi awal, api diduga muncul dari bagian belakang rumah atau kawasan rumah pintuan.
“Untuk asal api, kami belum mendapatkan kepastian. Informasi sementara dari belakang rumah, kemungkinan dari rumah pintuan. Tapi saya belum bisa memastikan penyebabnya,” katanya.
Fida menegaskan petugas tidak hanya berupaya memadamkan bangunan yang sudah terbakar, tetapi juga berusaha menyelamatkan bangunan di sekitarnya agar api tidak semakin meluas.
“Yang sudah terbakar kami berusaha padamkan. Yang belum terbakar, itu yang kami berusaha amankan. Intinya, kami terkendala pasokan air,” tegasnya.
Ia menyebut persoalan ketersediaan air di Danau Aji menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terpecahkan. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk.
“Ini memang PR saya yang belum tuntas untuk wilayah Danau Aji. Dari dulu kalau ditanya daerah rawan di Tenggarong, saya selalu bilang Danau Aji. Hari ini kita mendapat ujiannya,” pungkas Fida.
(Jie)
