Onlineku.Info, Kutai Kartanegara โ Festival Batu Bumbun ke-3 di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya menjadi ruang untuk merawat tradisi dan sejarah masyarakat. Rangkaian kegiatan festival juga diisi dengan aksi pelestarian lingkungan melalui penebaran sekitar 5.000 bibit ikan nila di Reservat Batu Bumbun, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat bersama sejumlah pejabat setempat. Ribuan bibit ikan yang ditebar merupakan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mendukung pemulihan populasi ikan di kawasan perairan tersebut.
Penebaran bibit dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem perairan sekaligus mengembalikan potensi sumber daya ikan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di kawasan Muara Muntai.
Sekretaris Kecamatan Muara Muntai, Ansarullah Roeslan, mengatakan Reservat Batu Bumbun memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dalam sejarah dan kebudayaan masyarakat setempat.
Menurutnya, kawasan tersebut berkaitan erat dengan kisah Batu Bumbun yang turut diangkat dalam tarian kolosal pada pembukaan Festival Batu Bumbun.
“Wilayah ini merupakan bagian dari kisah yang disampaikan melalui tarian kolosal kemarin. Di sinilah sejarah Batu Bumbun berakar,” ujar Ansarullah.
Ia menilai upaya memperbanyak populasi ikan harus dibarengi dengan perlindungan terhadap habitat dan pengawasan aktivitas penangkapan ikan. Sebab, keberadaan sumber daya ikan di sungai maupun danau tidak hanya bergantung pada kegiatan penebaran bibit.
Ansarullah menegaskan, penangkapan ikan yang berlebihan maupun menggunakan cara-cara yang tidak sesuai aturan dapat mengancam keberlangsungan populasi ikan di perairan Kukar.
“Aturan harus berjalan tegas di lapangan. Tanpa tindakan nyata terhadap penangkapan ikan secara ilegal, mustahil kekayaan perairan kita kembali seperti dulu,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Muara Muntai Ilir, Aji Muhammad Kasmir, menyebut Festival Batu Bumbun telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Keberlanjutan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar, hingga anggota DPRD Kukar.
Ia berharap dukungan terhadap festival dan kegiatan pelestarian di kawasan Batu Bumbun dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
“Sudah tahun ketiga kami laksanakan. Insyaallah akan terus berlanjut. Semoga dukungan pemerintah daerah terus mengalir agar tradisi dan upaya pelestarian ini makin kuat,” harap Kasmir.
Penebaran ribuan bibit nila tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Batu Bumbun yang memadukan pelestarian budaya dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak mengenang sejarah dan menjaga tradisi, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam mempertahankan keberlangsungan sumber daya perairan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
(Jie)


