Onlineku.info, Kutai Kartanegara – Tim SAR Gabungan masih terus berupaya mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal di Perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (19/7/2026), korban bernama Hasriarto (37) masih belum berhasil ditemukan.
Hasriarto, warga Desa Muara Badak Ulu, dilaporkan hilang setelah berangkat memancing seorang diri pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Sejak laporan diterima, operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur SAR.
Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Dwi Adi Wibowo, mengatakan pencarian pada hari ketiga diawali dengan apel dan briefing sebelum seluruh personel diterjunkan ke lokasi.
Untuk memaksimalkan pencarian, area operasi diperluas hingga 119 nautical mile persegi (NM²) dan dibagi menjadi tiga sektor penyisiran. Tim menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat milik TNI AL dan Polairud, serta didukung peralatan SAR air, peralatan selam, komunikasi, dan medis.
“Seluruh sektor pencarian telah disisir sesuai rencana operasi. Namun hingga sore hari korban masih belum ditemukan sehingga pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya,” ujar Dwi.
Ia mengungkapkan, proses pencarian di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya arus laut yang cukup kuat serta angin kencang yang memengaruhi pergerakan armada saat melakukan penyisiran.
“Meski kondisi cuaca dan perairan cukup menantang, seluruh unsur SAR tetap berupaya melaksanakan pencarian secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kalimantan Timur, BPBD Kutai Kartanegara, Potensi SAR Muara Badak, serta keluarga korban.
Pencarian sementara dihentikan pada pukul 18.20 Wita dan akan kembali dilanjutkan pada Senin (20/7/2026). Tim SAR Gabungan akan menyesuaikan pola operasi dengan perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lokasi pencarian. (Danny)


