Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Kembali ke Kukar, Disambut Haru Ribuan Warga

foto: Screenshot dari video amatir kepulangan Rita Widyasari (ist/*)

Onlineku.Info, Tenggarong – Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah menjalani masa hukuman selama hampir satu dekade. Kepulangannya ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disambut antusias oleh masyarakat yang telah lama menantikan kehadirannya, Jumat (12/6/2026).

Sejak tiba di Kukar, Rita langsung menjadi pusat perhatian warga. Ratusan hingga ribuan masyarakat tampak memadati lokasi kedatangannya untuk menyambut dan melihat secara langsung sosok yang pernah memimpin daerah tersebut.

Suasana haru menyelimuti momen tersebut ketika Rita menyapa masyarakat yang telah menunggunya. Salah satu kalimat yang menjadi perhatian warga adalah sapaan, “Maseh ingat ndik dengan saya?” yang disampaikan Rita kepada para pendukung dan masyarakat yang hadir.

Warga terlihat berebut untuk berjabat tangan, memberikan salam, serta mengabadikan momen kepulangan Rita melalui telepon genggam mereka. Tidak sedikit yang mengaku sengaja datang untuk menyaksikan langsung kepulangan mantan orang nomor satu di Kukar tersebut.

Setelah prosesi penyambutan, Rita kemudian diarak menuju kediamannya yang berada di Jalan Melati, Tenggarong. Sepanjang perjalanan, iring-iringan warga terus mengawal langkahnya. Sorak-sorai, doa, dan ungkapan kerinduan dari masyarakat terdengar silih berganti mengiringi perjalanan tersebut.

Banyak warga yang tampak terharu. Sebagian di antaranya bahkan tidak mampu menyembunyikan rasa emosional ketika melihat Rita kembali berada di tengah-tengah masyarakat Kukar setelah bertahun-tahun menjalani masa hukuman.

Setibanya di kediamannya, suasana haru kembali terasa. Rita disambut dengan prosesi adat tepong tawar, sebuah tradisi yang sarat makna sebagai bentuk doa, keselamatan, dan harapan baik bagi seseorang yang datang atau kembali dari perjalanan panjang.

Prosesi tersebut berlangsung di hadapan keluarga, kerabat, sahabat, serta para pendukung yang telah menunggu sejak pagi hari. Setelah ritual adat selesai dilaksanakan, Rita tampak mendapat pelukan hangat dari anggota keluarga dan orang-orang terdekat yang selama ini menantikan kepulangannya.

Dalam kesempatan itu, Rita mengaku sangat terharu atas sambutan yang diberikan masyarakat Kukar. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapat penyambutan sebesar itu setelah hampir 10 tahun meninggalkan daerah yang pernah dipimpinnya.

“Terharu, ya Allah. Apalagi tadi pas melewati jembatan. Saya benar-benar tidak menyangka akan disambut seperti ini. Awalnya saya pikir tidak banyak orang yang datang, ternyata sepanjang jalan banyak sekali masyarakat yang menyambut dan mengiringi,” ujar Rita.

Menurutnya, kepulangan tersebut menjadi momen yang sangat emosional karena selama menjalani masa hukuman dirinya terpisah dari keluarga dan kampung halaman.

“Luar biasa, Alhamdulillah. Tidak terbayangkan sama sekali. Saya senang sekali bisa kembali ke kampung halaman,” katanya.

Rita mengungkapkan untuk sementara waktu dirinya akan menetap di Tenggarong guna beristirahat sekaligus melepas kerinduan dengan keluarga dan lingkungan tempat dirinya dibesarkan.

“Saya mau istirahat dulu, melihat keluarga, ziarah ke makam bapak, adik, dan keluarga yang sudah meninggal. Banyak keluarga yang sudah lama tidak saya temui,” tuturnya.

Ia juga mengaku merindukan berbagai hal yang menjadi bagian dari kehidupannya di Kutai Kartanegara, termasuk makanan khas daerah yang selama ini sulit ditemui di luar daerah.

“Saya lahir di sini, besar di sini. Saya benar-benar orang Kutai. Yang paling saya kangen tentu makanan-makanan khas sini, suasana kampung, dan masyarakatnya,” ungkap Rita.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kembali terlibat dalam dunia politik pada masa mendatang, Rita memilih belum memberikan tanggapan lebih jauh.

“No comment,” jawabnya singkat.

Meski demikian, ia mengaku terharu melihat masih banyak masyarakat yang menunjukkan perhatian dan dukungan kepadanya.

“Saya sedih sekaligus terharu melihat banyak spanduk dan sambutan dari masyarakat. Jujur, saya tidak menyangka masih ada perhatian sebesar ini,” ujarnya.

Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya penantian panjang bagi keluarga dan para pendukung Rita. Suasana penuh keakraban dan rasa syukur terlihat mewarnai pertemuan kembali yang telah lama dinantikan itu.

Kepulangan Rita Widyasari tidak hanya menjadi momen pribadi bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga menjadi peristiwa yang menyita perhatian masyarakat Kutai Kartanegara. Besarnya antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa sosok Rita masih memiliki tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat yang mengenangnya sebagai mantan pemimpin daerah.

Hingga acara penyambutan berakhir, warga masih terlihat memadati kawasan sekitar kediaman Rita untuk memberikan salam dan menyampaikan doa serta harapan bagi masa depannya setelah kembali ke tengah masyarakat.

(Jie)

BACA JUGA