Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Ruas jalan Sebelimbingan–Tuana Tuha kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Jalur ini merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan tiga kecamatan di wilayah hulu, yakni Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang, dengan wilayah luar.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya keberadaan jalan tersebut sebagai urat nadi mobilitas masyarakat, mulai dari distribusi logistik hingga akses layanan dasar.
“Ini satu-satunya jalur yang menghubungkan wilayah hulu. Kita pastikan tetap bisa dilalui, minimal tidak menghambat aktivitas masyarakat,” ujarnya. Saat diwawancarai pada Jumat (17/4/26).
Kondisi jalan Sebelimbingan memang telah lama menjadi persoalan. Kerusakan kerap terjadi, terutama saat musim hujan, diperparah dengan tingginya lalu lintas kendaraan bertonase besar. Beberapa titik bahkan dilaporkan rawan menyebabkan kendaraan terjebak hingga terguling.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Kukar melakukan penanganan secara bertahap. Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar melalui APBD untuk perbaikan di sejumlah titik prioritas.
Namun, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Untuk penanganan menyeluruh, pemerintah memperkirakan dibutuhkan anggaran hingga Rp130 miliar.
“Kita sadar kemampuan fiskal daerah terbatas, sementara banyak ruas jalan lain juga membutuhkan penanganan,” kata Aulia.
Sebagai strategi, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan, tetapi juga memperkuat pemeliharaan jalan. Sekitar Rp5 miliar disiapkan khusus untuk memastikan kondisi jalan tetap layak dilalui, meskipun belum seluruhnya ditingkatkan menjadi beton.
“Memang belum bisa semuanya dibeton, tapi jangan sampai berlubang parah atau membuat kendaraan tersangkut,” tegasnya.
Selain itu, proses lelang pekerjaan yang sebelumnya sempat tertunda kini telah rampung, sehingga penanganan di lapangan segera dilakukan. Pemerintah juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), meskipun kontribusinya masih terbatas.
Sejumlah pihak legislatif sebelumnya juga mendorong percepatan perbaikan jalan ini, termasuk mengusulkan kolaborasi dengan perusahaan yang memanfaatkan jalur tersebut untuk aktivitas operasional.
(Jie)