Festival Nutuk Beham Kedang Ipil, Upaya Jaga Warisan Budaya dan Edukasi Generasi Muda

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, membuka Festival Nutuk Beham dengan menampi beras

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara — Festival Nutuk Beham yang digelar di Desa Wisata Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pelestarian tradisi adat sekaligus pengenalan budaya lokal kepada generasi muda, Kamis (23/4/2026).

 

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. Turut hadir perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pimpinan dan anggota DPRD Kukar, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, kepala OPD Kukar, tokoh adat, kepala desa, serta masyarakat setempat.

 

Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa Festival Nutuk Beham memiliki nilai penting sebagai bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya sekadar kegiatan pascapanen, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal masyarakat Kutai Kartanegara.

“Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kalau tidak kita lestarikan, suatu saat generasi mendatang hanya akan mendengar kisahnya saja,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan adat dan budaya di seluruh wilayah Kukar. Bahkan di tengah efisiensi anggaran, kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelestarian budaya tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, festival budaya seperti Nutuk Beham harus terus dikembangkan agar semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi kebanggaan daerah. Pemerintah daerah juga mendorong agar seluruh rangkaian kegiatan budaya di berbagai kecamatan dapat berpuncak pada perhelatan Erau sebagai agenda budaya besar Kutai Kartanegara.

 

Bupati juga berharap pada pelaksanaan tahun berikutnya semakin banyak generasi muda, khususnya pelajar dari Kota Bangun, Kota Bangun Darat hingga Muara Kaman, yang dapat hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

“Kami ingin anak-anak sekolah datang melihat proses Nutuk Beham, mengenal budayanya sendiri, lalu tumbuh rasa bangga terhadap warisan leluhur mereka,” katanya.

 

Nutuk Beham sendiri merupakan tradisi menumbuk padi menggunakan lesung untuk menghasilkan beras. Proses ini diawali dengan menyangrai padi menggunakan tungku berbahan kayu bakar, kemudian ditumbuk hingga terpisah dari kulitnya dan siap diolah menjadi bahan pangan.

Rangkaian festival tidak hanya menampilkan prosesi adat Nutuk Beham, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat setempat. Kehadiran warga dari berbagai kalangan menambah semarak suasana acara.

Festival Nutuk Beham diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Desa Kedang Ipil dan sekitarnya.

(Jie)

BACA JUGA