93 WBP Diusulkan Terima Remisi Natal, Lapas Tenggarong Fokus pada Hak Ibadah dan Pembinaan

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Menjelang perayaan Natal 2025, Lapas Kelas IIA Tenggarong memastikan pemenuhan hak beragama sekaligus mendorong peningkatan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (9/12/2025) oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Halif Shodiqulamin, yang mewakili Kepala Lapas Suparman.

 

Halif menjelaskan bahwa tahun ini Lapas Tenggarong mengusulkan 93 WBP Nasrani untuk menerima remisi khusus Natal. Usulan tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap hak beribadah serta pemberian motivasi bagi WBP agar terus mengikuti program pembinaan secara aktif.

 

Saat ini, Lapas Tenggarong dihuni 1.364 WBP, jauh melampaui kapasitas ideal 350 orang. Tingkat overkapasitas lebih dari 300 persen ini disebut Halif menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sepanjang 2025.

 

“Kondisi kepadatan ini membuat semua proses pembinaan dan pengamanan membutuhkan perhatian ekstra. Namun kita tetap memastikan hak-hak dasar WBP terpenuhi, termasuk hak beribadah,” ujarnya.

 

Dari seluruh penghuni, 874 orang merupakan pelaku tindak pidana narkotika. Sisanya, 346 orang terlibat kasus pidana umum. Menurut Halif, dominasi kasus narkotika menjadi indikator bahwa upaya penanggulangan di daerah masih membutuhkan kolaborasi kuat antarlembaga.

 

Terkait perayaan Natal, tercatat ada 149 WBP Nasrani di Lapas Tenggarong. Dari jumlah tersebut, 93 orang memenuhi syarat dan diusulkan menerima remisi. Sebanyak 92 WBP masuk kategori remisi khusus I, sementara satu orang masuk kategori remisi khusus II yang memungkinkan langsung bebas setelah mendapat pengurangan masa pidana.

 

“Proses penentuan nama-nama yang diusulkan tetap mengikuti aturan, seperti menjalani minimal enam bulan pidana, tidak berstatus tahanan, aktif dalam pembinaan, serta tidak memiliki catatan pelanggaran disiplin,” jelas Halif.

 

Selain pengusulan remisi, Lapas Tenggarong juga mengadakan rangkaian kegiatan keagamaan. Tiga perlombaan digelar bagi WBP Nasrani, yakni cerdas cermat Alkitab, lomba khutbah, dan paduan suara. Pada hari Natal, ibadah dipusatkan di aula lapas yang telah dipersiapkan sebagai tempat ibadah internal.

 

“Pendeta dari gereja luar tetap hadir untuk memimpin ibadah, tapi seluruh kegiatan tetap dilakukan di dalam lapas untuk menjaga keamanan,” tambahnya.

 

Lapas Tenggarong juga membuka layanan kunjungan khusus bagi keluarga WBP Nasrani pada 25 Desember 2025. Kunjungan dilakukan mulai pagi hari dengan prosedur standar, namun hanya diperuntukkan bagi WBP beragama Nasrani agar perayaan dapat berlangsung lebih khidmat.

 

Mengakhiri penjelasan, Halif menyampaikan harapan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Natal dapat membawa ketenangan dan dorongan positif bagi WBP dalam menjalani proses pembinaan. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk mengatasi overkapasitas dan meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan di Lapas Tenggarong.

 

(Aji R)

BACA JUGA